Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Rahasia Lulus S2 Matematika UGM dalam 13 Bulan: Kekuatan Strategi, Dosen Suportif, dan Konsistensi Ala Felicia


Bayangkan ini: rata-rata mahasiswa pascasarjana di Indonesia membutuhkan waktu lebih dari dua tahun, bahkan rata-rata lulusan Magister UGM memerlukan 3 tahun 1 bulan, untuk menyelesaikan studi S2 mereka. Namun, di tengah hiruk pikuk perjuangan tesis, muncul satu nama yang mematahkan semua rekor.

Dia adalah Felicia Servina Djuang. Seorang wanita muda yang berhasil merampungkan program Magister Matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) hanya dalam waktu 1 tahun, 1 bulan, 11 hari.

Kisah Felicia bukan hanya tentang kecepatan, melainkan tentang kecerdasan strategi, ketekunan yang membara, dan bagaimana ia mengubah tantangan terberat di bidang studi eksak menjadi sebuah pencapaian yang memukau.

Mari kita selami lebih dalam resep rahasia di balik kisah inspiratifnya!

Babak 1: Strategi "Jalur Cepat" Menuju Gelar Ganda

Keberhasilan Felicia yang luar biasa ini dimulai dari satu keputusan strategis: mengikuti program Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU).

Program istimewa ini adalah kunci akseleratornya. Alih-alih menempuh S2 lalu S3 secara terpisah, PMDSU menawarkan Felicia kesempatan emas untuk menggabungkan keduanya—S2 dan S3—menjadi satu paket empat tahun.

Ini bukan sekadar percepatan, melainkan lompatan strategis. Dengan skema ini, Felicia sudah bisa mengikuti kelas-kelas doktoral (S3) bahkan saat ia masih menyelesaikan tesis magisternya (S2).

"Sejak semester satu saya mengambil kelas wajib untuk memenuhi SKS sambil mulai mengerjakan tesis. Dengan begitu, keduanya bisa selesai dalam dua semester.” — Felicia Servina Djuang

Di mata Felicia, program ini adalah kesempatan yang langka, sebuah jalan tol menuju cita-citanya. Ia menyadari, untuk menjadi seorang Dosen—impian yang sudah ia genggam sejak bangku SMA—gelar Doktor adalah keharusan. PMDSU adalah roket tercepat menuju impian tersebut.

Babak 2: Kekuatan Suportif yang Mendorong Batas

Dalam perjalanan akademis yang serba cepat ini, Felicia tidak bergerak sendirian. Ia menekankan peran vital dari dua faktor eksternal: Dukungan Lingkungan dan Dosen Pembimbing yang Suportif.

Mendapat pembimbing yang tepat adalah anugerah. Pembimbingnya tidak hanya mengarahkan, tetapi juga secara aktif mendorong dan "menekan" Felicia untuk segera menuntaskan tesisnya. Tekanan ini, alih-alih menjadi beban, justru berubah menjadi motivasi yang memacu adrenalin.

Ini pelajaran penting: Kecepatan dan kualitas seringkali berbanding lurus dengan seberapa kuat Anda didorong oleh mentor dan lingkungan di sekitar Anda. Mencari support system yang positif dan menantang adalah setengah dari perjuangan yang dimenangkan.

Babak 3: Menaklukkan Tantangan Ide dengan Konsistensi Harian

Bagian tersulit dari studi Matematika, menurut Felicia, adalah risetnya yang berbasis teori dan komputasi, tanpa adanya laboratorium fisik.

Kalau di matematika itu kan tidak ada penelitian laboratorium seperti di bidang lain. Jadi kalau tidak dapat ide, bisa mandek. Tapi kalau setiap hari dikerjakan sedikit demi sedikit, pasti akan muncul ide baru,”

"Mandek" atau stuck adalah musuh terbesar bagi peneliti teori. Namun, Felicia memiliki penangkalnya: Konsistensi dan Rutinitas Harian yang Disiplin.

Inilah filosofi kuncinya, yang bisa Anda terapkan di segala aspek hidup:

“Minimal tiap hari harus dipegang. Mau sedikit atau beberapa kalimat, kalau tiap hari dikerjakan pasti selesai.”

Bahkan di tengah kesibukannya menjadi panitia kegiatan ilmiah dan presenter di berbagai seminar dan konferensi, Felicia memegang teguh disiplin waktu. Ia sengaja membatasi kegiatan organisasinya agar fokusnya tidak terpecah. Ia memilih untuk hadir di aktivitas akademik yang secara langsung mendukung tujuannya, sambil memastikan tesisnya terus bergerak maju, walau hanya selangkah demi selangkah setiap harinya.

Penutup: Kisah Felicia Adalah Panggilan untuk Anda

Kisah Felicia Servina Djuang mengajarkan kita bahwa kecepatan luar biasa bukanlah tentang bakat semata, melainkan tentang perpaduan:

  1. Strategi Cerdas: Memilih jalur akselerasi (PMDSU).

  2. Dukungan Kuat: Mencari pembimbing dan lingkungan yang mendorong.

  3. Disiplin Abadi: Menyentuh pekerjaan besar Anda setiap hari, tanpa terkecuali.

Ia membuktikan bahwa matematika yang sering dianggap sulit dan misterius, dapat ditaklukkan dengan ide-ide yang cemerlang, yang lahir dari diskusi rutin dengan mentor dan teman-teman, serta tangan yang tak pernah berhenti menulis.

Kini, giliran Anda.

Aksi Nyata yang Harus Anda Ambil SEKARANG!

Jangan Tunggu Inspirasi Datang, Ciptakan Rutinitas Anda Sendiri!

Anda mungkin tidak sedang menempuh S2 Matematika, tetapi Anda pasti memiliki "tesis" dalam hidup Anda: proyek besar yang tertunda, mimpi karier yang belum dimulai, atau target keuangan yang belum terwujud.

Apa pun "tesis" terbesar dalam hidup Anda saat ini, ambil langkah Felicia:

  1. Tuliskan Target Anda: Apa yang harus Anda selesaikan dalam 13 bulan ke depan?

  2. Tentukan Rutinitas Harian: Putuskan, minimal 30 menit setiap hari, apa yang harus Anda "pegang" dan kerjakan untuk mencapai target itu.

  3. Cari "Pembimbing" Anda: Temukan mentor, partner, atau komunitas yang akan mendorong Anda, bukan menarik Anda mundur.

Siap memulai percepatan hidup Anda? Bagikan artikel ini kepada dua teman yang sedang berjuang menyelesaikan "tesis" mereka dan bersama-sama, berikan komitmen di kolom komentar di bawah!

Ceritakan: Apa langkah kecil tapi konsisten yang akan Anda ambil hari ini?

Posting Komentar untuk "Rahasia Lulus S2 Matematika UGM dalam 13 Bulan: Kekuatan Strategi, Dosen Suportif, dan Konsistensi Ala Felicia"